Sakit Bahu Setelah Gym? Kenali Penyebab yang Bisa Terjadi

Bagikan ke :

Sakit bahu setelah gym dapat muncul ketika area bahu menerima beban latihan yang lebih besar atau berbeda dari biasanya. Keluhan dapat terasa setelah melakukan bench press, shoulder press, lateral raise, pull-up, push-up, atau latihan tubuh bagian atas lainnya. Rasa yang muncul bisa berupa pegal, nyeri ketika tangan diangkat, bahu terasa kaku, hingga gerakan tertentu menjadi kurang nyaman.
Tidak semua sakit bahu setelah gym berarti terjadi cedera serius. Otot dapat terasa pegal setelah mendapatkan stimulus latihan baru. Namun, rasa sakit yang tajam ketika melakukan repetisi tertentu, kelemahan, pembengkakan, atau keterbatasan gerak perlu mendapatkan perhatian lebih.
Bagi masyarakat Demak yang mengalami keluhan bahu setelah latihan, Kretek Demak menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak. Pemeriksaan dapat membantu memahami pola keluhan, terutama jika sakit bahu terus muncul setiap kali melakukan latihan tertentu.

Mengapa Bahu Bisa Sakit Setelah Gym?

Bahu memiliki rentang gerak yang luas dan digunakan dalam banyak latihan tubuh bagian atas. Ketika melakukan gerakan mendorong, menarik, atau mengangkat beban di atas kepala, otot dan struktur di sekitar bahu bekerja untuk menghasilkan sekaligus mengontrol gerakan.

Keluhan dapat muncul ketika tuntutan latihan meningkat lebih cepat daripada kemampuan tubuh beradaptasi. Misalnya, menambah beban terlalu banyak, meningkatkan jumlah set dan repetisi secara drastis, atau memberikan latihan berat pada bahu terlalu sering tanpa recovery yang memadai.

Karena itu, sakit bahu setelah gym sebaiknya dilihat berdasarkan jenis latihan, beban, volume, teknik, frekuensi, dan kapan rasa sakit mulai muncul.

  1. Menambah Beban Terlalu Cepat
    Progressive overload merupakan bagian dari latihan kekuatan. Namun, peningkatan beban tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Jika beban dinaikkan terlalu cepat, seseorang mungkin mulai kehilangan kontrol gerakan atau menggunakan kompensasi agar repetisi tetap selesai. Bahu kemudian menerima tuntutan yang berbeda dibandingkan latihan sebelumnya. Jika rasa sakit mulai muncul setelah peningkatan beban, catat latihan dan beban yang digunakan sebagai bahan evaluasi.
  2. Terlalu Banyak Latihan yang Melibatkan Bahu
    Bahu tidak hanya bekerja ketika melakukan latihan khusus shoulder. Bench press, incline press, push-up, dips, pull-up, chest fly, dan berbagai latihan lainnya juga dapat melibatkan area bahu. Artinya, meskipun hanya memiliki satu sesi latihan bahu dalam program gym, total beban pada bahu sepanjang minggu bisa tetap tinggi. Karena itu, program latihan perlu dilihat secara keseluruhan, bukan hanya jumlah latihan shoulder dalam satu hari.
  3. Shoulder Press dan Gerakan di Atas Kepala
    Shoulder press merupakan salah satu latihan yang secara langsung memberikan tuntutan pada bahu. Keluhan dapat muncul ketika beban terlalu berat, rentang gerak dipaksakan, atau tubuh belum memiliki kapasitas yang cukup untuk melakukan gerakan tersebut. Jika sakit selalu muncul pada posisi tertentu, jangan memaksakan repetisi hanya untuk menyelesaikan target latihan. Kurangi aktivitas yang jelas memicu sakit dan evaluasi penyebab keluhan sebelum meningkatkan beban kembali.
  4. Bench Press Bisa Membuat Bahu Terasa Sakit
    Bench press lebih dikenal sebagai latihan dada, tetapi bahu juga terlibat dalam gerakan tersebut. Sebagian orang mengalami rasa tidak nyaman pada bahu ketika melakukan bench press, terutama setelah meningkatkan beban atau volume latihan. Posisi tubuh, kontrol gerakan, pilihan beban, dan kemampuan masing-masing individu dapat memengaruhi kenyamanan ketika melakukan latihan. Jika sakit bahu hanya muncul ketika bench press tetapi tidak pada aktivitas lain, pola tersebut penting diperhatikan ketika melakukan evaluasi.
  5. Lateral Raise dengan Beban Berlebihan
    Lateral raise sering digunakan untuk melatih area bahu. Gerakannya terlihat sederhana, tetapi menggunakan beban yang terlalu berat dapat membuat seseorang sulit mengontrol gerakan. Ketika kontrol mulai berkurang, tubuh mungkin menggunakan momentum agar beban tetap terangkat. Sesuaikan beban dengan kemampuan sehingga gerakan dapat dilakukan dengan kontrol yang baik. Jangan mengejar berat apabila gerakan justru menimbulkan sakit.
  6. Pull-Up dan Latihan Menarik
    Pull-up, lat pulldown, row, dan latihan menarik lainnya juga melibatkan bahu. Keluhan dapat muncul ketika seseorang melakukan volume tinggi, meningkatkan beban, atau melakukan gerakan yang belum terbiasa. Perhatikan apakah rasa sakit terjadi ketika lengan berada di atas kepala, ketika mulai menarik, atau pada bagian tertentu dari gerakan. Informasi tersebut dapat membantu dalam proses evaluasi.
  7. Kurang Pemanasan Sebelum Latihan
    Pemanasan dapat digunakan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi tuntutan latihan berikutnya. Daripada hanya melakukan gerakan umum, pemanasan dapat dibuat lebih spesifik menuju latihan utama. Misalnya, sebelum menggunakan beban kerja pada bench press atau shoulder press, latihan dapat dimulai dengan beban yang lebih ringan dan ditingkatkan secara bertahap.

Pemanasan bukan jaminan bahwa cedera tidak akan terjadi, tetapi dapat menjadi bagian dari persiapan latihan.

Pegal Otot atau Sakit Bahu yang Perlu Diperhatikan?

Setelah latihan, pegal pada otot dapat terjadi terutama jika seseorang baru mulai gym, kembali berlatih setelah lama berhenti, atau mencoba program baru.

Pegal biasanya terasa pada otot yang banyak digunakan dan dapat muncul setelah latihan.

Sebaliknya, rasa sakit yang tajam dan muncul ketika melakukan gerakan tertentu, terutama jika membuat latihan harus dihentikan, perlu lebih diperhatikan.

Begitu juga apabila bahu terasa lemah, membengkak, sulit digerakkan, atau keluhan terus memburuk.

Gejala saja tidak cukup untuk memastikan jenis cedera sehingga pemeriksaan diperlukan apabila keluhan cukup berat atau menetap.

Sakit Bahu Saat Mengangkat Tangan Setelah Gym

Jika setelah latihan bahu terasa sakit ketika tangan diangkat, perhatikan pada bagian gerakan mana rasa sakit mulai muncul.
Apakah sejak tangan mulai bergerak? Ketika mencapai ketinggian bahu? Atau baru terasa ketika lengan berada di atas kepala?
Perhatikan juga apakah keluhan hanya muncul setelah latihan atau tetap terasa ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti memakai pakaian, mengambil barang, atau mengangkat tangan.
Jika gerakan semakin terbatas atau rasa sakit semakin berat, pertimbangkan pemeriksaan.

Apakah Tetap Boleh Gym Saat Bahu Sakit?

Jangan memaksakan gerakan yang jelas menimbulkan atau memperburuk rasa sakit.
Jenis aktivitas yang masih dapat dilakukan bergantung pada penyebab dan tingkat keluhan. Pada sebagian kondisi, aktivitas dapat dimodifikasi. Namun, pada cedera tertentu diperlukan pengurangan beban atau evaluasi lebih lanjut.
Menggunakan obat pereda nyeri hanya agar dapat melanjutkan latihan berat juga tidak menyelesaikan penyebab keluhan.
Jika sakit terus muncul, evaluasi kondisi sebelum kembali meningkatkan intensitas.

Konsultasi Sakit Bahu Setelah Gym di Kretek Demak

Jika bahu terasa sakit setelah bench press, shoulder press, lateral raise, pull-up, push day, atau latihan gym lainnya, Kretek Demak menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak.

Evaluasi keluhan dapat mempertimbangkan gerakan yang memicu sakit, lokasi keluhan, beban latihan, jumlah set dan repetisi, frekuensi latihan, program push/chest/shoulder, serta waktu recovery. Dengan memahami pola tersebut, langkah berikutnya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.


Bagikan ke :
Tags: No tags

Leave a Reply