Cedera Pergelangan Kaki Saat Olahraga? Kenali Tanda dan Pemicunya

Bagikan ke :

Cedera pergelangan kaki saat olahraga dapat terjadi ketika kaki mengalami gerakan memutar, perubahan arah secara tiba-tiba, pendaratan yang kurang stabil, atau benturan ketika beraktivitas. Keluhan ini dapat dialami saat bermain futsal, sepak bola, badminton, basket, berlari, maupun olahraga lain yang banyak melibatkan gerakan kaki.
Cedera pada pergelangan kaki tidak selalu menimbulkan keluhan yang sama. Sebagian orang hanya merasakan sakit ringan, sedangkan kondisi lain dapat menyebabkan pembengkakan, memar, gerakan terbatas, hingga kesulitan menapak. Karena tingkat cedera dapat berbeda, kondisi pergelangan kaki setelah olahraga perlu diperhatikan sebelum kembali beraktivitas.
Bagi masyarakat Jogja yang mengalami keluhan pergelangan kaki setelah olahraga, Kretek Jogja menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak. Pemeriksaan diperlukan terutama jika rasa sakit cukup berat, terjadi setelah kaki terkilir, atau membuat aktivitas berjalan menjadi terganggu.

Apa Itu Cedera Pergelangan Kaki?

Pergelangan kaki membantu menopang tubuh sekaligus memungkinkan kaki bergerak ketika berjalan, berlari, melompat, dan mengubah arah.

Ketika melakukan olahraga, pergelangan kaki dapat menerima beban yang berubah dengan cepat. Misalnya saat mendarat setelah melompat dalam permainan basket atau ketika mengubah arah saat bermain futsal.

Jika gerakan tersebut melebihi kemampuan jaringan di sekitar pergelangan kaki, cedera dapat terjadi.

Salah satu cedera yang sering dikenal adalah keseleo atau ankle sprain, yaitu cedera yang melibatkan ligamen di sekitar pergelangan kaki. Namun, sakit setelah olahraga tidak selalu berarti keseleo karena struktur lain juga dapat mengalami gangguan.

Mengapa Pergelangan Kaki Rentan Cedera Saat Olahraga?

Berbeda dengan aktivitas berjalan biasa, olahraga sering membutuhkan kombinasi kecepatan, perubahan arah, lompatan, dan pendaratan.

Pergelangan kaki harus membantu menjaga tubuh tetap stabil ketika menerima berbagai tuntutan tersebut.

Risiko keluhan dapat meningkat ketika seseorang melakukan aktivitas dengan intensitas yang belum terbiasa, mengalami kelelahan, atau melakukan gerakan secara tiba-tiba.

Karena itu, cedera tidak hanya perlu dilihat dari kejadian ketika kaki terkilir. Jenis olahraga, kondisi sebelum cedera, pola pendaratan, perubahan arah, riwayat cedera, serta beban latihan juga perlu diperhatikan.

  1. Salah Mendarat Setelah Melompat
    Olahraga seperti basket, voli, dan badminton banyak melibatkan gerakan melompat. Ketika mendarat, kaki harus menerima beban tubuh sekaligus menjaga keseimbangan. Jika kaki mendarat dalam posisi yang tidak stabil atau menginjak kaki pemain lain, pergelangan kaki dapat berputar secara tiba-tiba dan menimbulkan cedera. Keluhan biasanya terasa langsung setelah kejadian sehingga aktivitas mungkin sulit dilanjutkan.
  2. Perubahan Arah secara Mendadak
    Futsal, sepak bola, badminton, basket, dan tenis membutuhkan perubahan arah yang cepat. Saat tubuh bergerak ke satu arah kemudian berpindah ke arah lain, kaki harus membantu menghasilkan sekaligus mengontrol gerakan. Pergelangan kaki dapat mengalami cedera jika gerakan tersebut terjadi secara tiba-tiba atau kaki berada dalam posisi yang kurang stabil.
  3. Kaki Terpeleset atau Salah Tumpuan
    Cedera juga dapat terjadi ketika kaki salah menapak saat berlari atau bermain olahraga. Permukaan yang tidak rata, kaki menginjak objek tertentu, atau kehilangan keseimbangan dapat menyebabkan pergelangan kaki bergerak melewati posisi yang nyaman. Jika setelah kejadian muncul rasa sakit dan pembengkakan, jangan langsung memaksakan diri melanjutkan olahraga.
  4. Cedera Pergelangan Kaki Saat Futsal
    Futsal membutuhkan sprint pendek, berhenti mendadak, perubahan arah, dan kontak dengan pemain lain. Kombinasi tersebut membuat kaki bekerja secara dinamis sepanjang permainan. Cedera dapat terjadi ketika pemain salah tumpuan, bertabrakan, atau kaki berputar saat melakukan perubahan arah. Jika pergelangan kaki terasa sakit setelah futsal, perhatikan apakah keluhan muncul karena satu kejadian tertentu atau berkembang setelah bermain.
  5. Cedera Pergelangan Kaki Saat Badminton
    Badminton membutuhkan gerakan maju, mundur, menyamping, melompat, dan melakukan lunge untuk menjangkau shuttlecock. Ketika pemain bergerak cepat kemudian kehilangan keseimbangan, kaki dapat mendarat dalam posisi yang kurang stabil. Kelelahan juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang mengontrol gerakan menjelang akhir permainan.
  6. Cedera Pergelangan Kaki Saat Lari
    Pelari juga dapat mengalami sakit pada pergelangan kaki. Keluhan dapat terjadi setelah salah menginjak permukaan jalan, berlari di medan tidak rata, atau meningkatkan jarak dan intensitas latihan secara signifikan.

Berbeda dengan cedera karena kaki terkilir secara tiba-tiba, beberapa keluhan pada pelari dapat berkembang secara bertahap.

Karena itu, penting mengetahui kapan rasa sakit pertama kali muncul.

Tanda Cedera Pergelangan Kaki yang Perlu Diperhatikan

Gejala dapat berbeda tergantung jenis dan tingkat cedera. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri pada pergelangan kaki
  • Pembengkakan setelah cedera
  • Memar di sekitar area cedera
  • Sakit ketika kaki digunakan untuk menapak
  • Gerakan pergelangan kaki menjadi terbatas
  • Kesulitan berjalan
  • Pergelangan kaki terasa kurang stabil
  • Nyeri ketika mencoba kembali berlari atau melompat

Adanya satu atau beberapa gejala tersebut belum dapat memastikan jenis cedera. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Pergelangan Kaki Bengkak Setelah Olahraga

Pembengkakan dapat muncul setelah cedera pada pergelangan kaki.
Perhatikan kapan pembengkakan mulai terjadi dan apakah ukurannya bertambah. Kondisi juga perlu lebih diperhatikan jika disertai rasa sakit berat atau kaki sulit digunakan untuk menapak.
Pembengkakan yang besar setelah cedera tidak sebaiknya diabaikan atau langsung dianggap sebagai keseleo ringan.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Pergelangan Kaki Cedera?

Jika pergelangan kaki sakit setelah salah mendarat atau terkilir, hentikan terlebih dahulu aktivitas yang memperburuk rasa sakit.
Jangan mencoba kembali berlari atau melompat hanya untuk mengetahui apakah kaki masih mampu digunakan.
Perhatikan kemampuan berjalan, tingkat pembengkakan, lokasi rasa sakit, dan bagaimana cedera terjadi.
Pada kondisi tertentu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Cara Membantu Mengurangi Risiko Cedera Pergelangan Kaki

Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat berolahraga antara lain melakukan pemanasan sesuai aktivitas, meningkatkan intensitas latihan secara bertahap, dan menggunakan perlengkapan yang sesuai.
Latihan kekuatan serta keseimbangan juga dapat menjadi bagian dari program olahraga.
Bagi seseorang yang memiliki riwayat cedera pergelangan kaki, jangan terburu-buru kembali ke aktivitas dengan perubahan arah atau lompatan berintensitas tinggi sebelum kemampuan kaki kembali memadai.

Konsultasi Cedera Pergelangan Kaki di Kretek Jogja

Jika pergelangan kaki terasa sakit setelah futsal, badminton, basket, lari, gym, atau aktivitas olahraga lainnya, Kretek Jogja menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak.

Evaluasi dapat mempertimbangkan bagaimana cedera terjadi, lokasi sakit, pembengkakan, kemampuan menapak, jenis olahraga, riwayat keseleo sebelumnya, serta gerakan yang masih menimbulkan keluhan.

Reservasi Kretek Jogja

Ayo, segera atasi keluhan pergelangan kaki agar tidak terus mengganggu aktivitas dan olahraga Anda. Jika pergelangan kaki terasa sakit, kaku, atau kurang nyaman setelah olahraga, konsultasikan keluhan Anda di Kretek Jogja untuk membantu mengevaluasi kondisi dan mendapatkan penanganan yang sesuai.


Bagikan ke :
Tags: No tags

Leave a Reply