Cedera Saat Bermain Futsal? Kenali Bagian Tubuh yang Rentan

Bagikan ke :

Futsal merupakan olahraga dengan tempo cepat yang melibatkan sprint pendek, berhenti mendadak, perubahan arah, menendang, berputar, serta kontak dengan pemain lain. Kombinasi gerakan tersebut membuat beberapa bagian tubuh bekerja cukup intens selama pertandingan. Ketika tubuh kehilangan keseimbangan, salah melakukan tumpuan, mengalami benturan, atau menerima beban yang melebihi kemampuan, cedera dapat terjadi.
Cedera saat bermain futsal dapat terjadi secara tiba-tiba, misalnya pergelangan kaki terkilir ketika mengubah arah. Namun, keluhan juga dapat berkembang setelah aktivitas berulang, seperti lutut atau otot kaki yang mulai terasa sakit setelah bermain lebih lama atau lebih sering dari biasanya.
Bagi masyarakat Sragen yang mengalami keluhan setelah bermain futsal, Kretek Sragen menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak. Mengenali bagian tubuh yang sakit dan bagaimana cedera terjadi dapat membantu menentukan langkah selanjutnya.

Mengapa Cedera Futsal Bisa Terjadi?

Lapangan futsal yang relatif kecil membuat permainan berlangsung dengan banyak akselerasi, deselerasi, dan perubahan arah.

Pemain dapat melakukan sprint untuk mengejar bola kemudian berhenti atau berputar dalam waktu singkat. Tubuh juga harus menjaga keseimbangan ketika menendang, berebut bola, atau menghindari pemain lain.

Beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan munculnya keluhan antara lain:

  • Salah tumpuan ketika berlari atau berputar
  • Perubahan arah secara mendadak
  • Benturan dengan pemain lain
  • Pendaratan yang kurang stabil
  • Kelelahan menjelang akhir permainan
  • Intensitas bermain meningkat terlalu cepat
  • Kurangnya waktu recovery
  • Kembali bermain setelah lama tidak berolahraga
  • Riwayat cedera sebelumnya

Karena itu, cedera futsal tidak selalu memiliki penyebab yang sama pada setiap pemain.

  • Pergelangan Kaki Rentan Mengalami Cedera
    Pergelangan kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang perlu diperhatikan ketika bermain futsal. Saat menggiring bola atau mengejar lawan, pemain sering melakukan perubahan arah dengan cepat. Jika kaki kehilangan tumpuan ketika tubuh sedang bergerak, pergelangan kaki dapat berputar secara tiba-tiba. Kondisi yang sering dikenal sebagai keseleo atau ankle sprain dapat menimbulkan sakit, pembengkakan, memar, serta kesulitan menapak. Jika pergelangan kaki mengalami pembengkakan besar atau tidak mampu menopang berat badan setelah cedera, jangan memaksakan diri kembali bermain.
  • Lutut Menerima Banyak Tuntutan Gerakan
    Lutut bekerja bersama pinggul dan pergelangan kaki ketika pemain berlari, berhenti, berputar, serta menendang bola. Keluhan lutut dapat muncul setelah perubahan arah secara cepat, benturan, maupun peningkatan frekuensi bermain. Sebagian pemain baru merasakan sakit setelah pertandingan selesai, misalnya ketika berjalan atau naik turun tangga. Jika lutut terasa tidak stabil, membengkak, atau sulit digunakan setelah cedera, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan.
  • Hamstring Bisa Mengalami Cedera Saat Sprint
    Hamstring merupakan kelompok otot di bagian belakang paha yang bekerja ketika berlari dan melakukan gerakan eksplosif. Dalam permainan futsal, pemain dapat berulang kali berpindah dari berjalan atau jogging menjadi sprint. Cedera hamstring dapat terasa seperti tarikan atau rasa sakit secara tiba-tiba pada bagian belakang paha. Keluhan dapat membuat pemain langsung mengurangi kecepatan atau berhenti berlari. Jika hal tersebut terjadi, jangan mencoba melakukan sprint kembali hanya untuk menguji kondisi otot.
  • Otot Paha Bekerja Ketika Menendang Bola
    Gerakan menendang membutuhkan koordinasi otot pada kaki dan tubuh. Ketika tendangan dilakukan dengan kuat atau berulang, otot paha dapat menerima tuntutan yang cukup besar. Risiko keluhan dapat meningkat apabila tubuh belum terbiasa dengan intensitas permainan. Perhatikan apabila paha terasa sakit ketika berlari, menendang, atau mengubah arah setelah pertandingan.
  • Betis Dapat Terasa Sakit Setelah Bermain
    Betis bekerja ketika berlari, melakukan akselerasi, melompat, serta mendorong tubuh ketika bergerak. Setelah bermain futsal dengan intensitas tinggi, betis dapat terasa lelah atau pegal. Namun, rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba ketika berlari perlu dibedakan dari kelelahan biasa.

Jika sakit menyebabkan seseorang kesulitan berjalan atau tidak mampu menggunakan kaki seperti biasanya, evaluasi lebih lanjut dapat diperlukan.

Cedera Akut dan Keluhan karena Aktivitas Berulang

Keluhan futsal dapat dibedakan berdasarkan bagaimana rasa sakit mulai muncul.

Cedera akut biasanya memiliki kejadian yang jelas. Misalnya, kaki terkilir ketika mengubah arah, paha terasa tertarik ketika sprint, atau tubuh jatuh setelah bertabrakan.

Sementara itu, keluhan karena aktivitas berulang dapat berkembang secara bertahap. Awalnya tubuh mungkin hanya terasa kurang nyaman setelah bermain, kemudian keluhan semakin mudah muncul ketika frekuensi atau intensitas meningkat.

Mengetahui pola tersebut dapat membantu ketika melakukan evaluasi.

Kelelahan Bisa Memengaruhi Gerakan

Pada awal pertandingan, pemain mungkin masih mampu melakukan sprint dan perubahan arah dengan baik. Setelah bermain cukup lama, tubuh mulai mengalami kelelahan.
Ketika lelah, kemampuan mengontrol gerakan dapat berubah. Karena itu, memaksakan intensitas tinggi ketika tubuh sudah sangat lelah perlu dihindari.
Jika belum terbiasa bermain dalam durasi panjang, tingkatkan aktivitas secara bertahap.

Kembali Futsal Setelah Lama Tidak Bermain

Seseorang yang sebelumnya rutin bermain futsal mungkin merasa mampu langsung kembali ke intensitas sebelumnya setelah berhenti beberapa bulan.
Namun, kapasitas tubuh dapat berubah selama periode tidak aktif.
Daripada langsung bermain dalam durasi panjang atau beberapa kali seminggu, berikan tubuh kesempatan untuk kembali beradaptasi secara bertahap.
Hal ini terutama penting jika sebelumnya pernah mengalami cedera.

Pemanasan Sebelum Bermain Futsal

Pemanasan dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum pertandingan.
Aktivitas dapat dimulai dengan intensitas ringan kemudian secara bertahap mendekati gerakan yang akan digunakan ketika bermain, seperti berlari, perubahan arah, dan gerakan dengan bola.
Pemanasan bukan jaminan seseorang tidak akan cedera, tetapi membantu mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas yang lebih intens.

Cara Membantu Mengurangi Risiko Cedera Futsal

Beberapa kebiasaan yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Lakukan pemanasan sebelum bermain.
  • Tingkatkan durasi dan frekuensi bermain secara bertahap.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai aktivitas.
  • Tambahkan latihan kekuatan sesuai kemampuan.
  • Latih keseimbangan dan kontrol gerakan.
  • Berikan waktu recovery yang cukup.
  • Jangan terus bermain ketika tubuh mengalami kelelahan berlebihan.
  • Perhatikan cedera lama yang masih sering menimbulkan keluhan.
  • Hindari memaksakan sprint atau tendangan jika gerakan menimbulkan rasa sakit.

Persiapan olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pemain.

Konsultasi Cedera Futsal di Kretek Sragen

Jika setelah bermain futsal muncul keluhan pada pergelangan kaki, lutut, paha, hamstring, betis, pinggang, punggung, bahu, atau bagian tubuh lainnya, Kretek Sragen menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak.

Evaluasi dapat mempertimbangkan bagaimana cedera terjadi, bagian tubuh yang terasa sakit, gerakan pemicu, adanya pembengkakan, frekuensi bermain, riwayat cedera, serta kemampuan tubuh melakukan aktivitas setelah pertandingan.

Reservasi Kretek Sragen

Ayo, segera atasi keluhan setelah bermain futsal agar tidak terus mengganggu aktivitas dan olahraga Anda. Jika kaki, lutut, pergelangan kaki, paha, pinggang, atau bagian tubuh lainnya terasa sakit setelah bermain, konsultasikan keluhan Anda di Kretek Sragen untuk membantu mengevaluasi kondisi dan mendapatkan penanganan yang sesuai.


Bagikan ke :
Tags: No tags

Leave a Reply