Sakit Bahu Setelah Mengemudi Seharian? Apa Penyebabnya?

Bagikan ke :

Mengemudi merupakan aktivitas yang dilakukan banyak orang setiap hari, baik untuk perjalanan menuju tempat kerja, mengantar keluarga, menjalankan usaha, maupun bekerja sebagai pengemudi profesional. Meskipun terlihat seperti aktivitas yang tidak membutuhkan banyak tenaga, mengemudi dalam waktu lama ternyata dapat memberikan beban pada otot dan sendi, terutama di area leher, punggung atas, dan bahu.

Pernahkah Anda merasakan bahu pegal, kaku, atau sakit setelah menyetir mobil selama berjam-jam? Keluhan tersebut dapat muncul akibat posisi duduk yang dipertahankan terlalu lama, kebiasaan menggenggam setir terlalu kuat, hingga pengaturan kursi yang kurang sesuai dengan postur tubuh.

Sakit bahu setelah mengemudi seharian merupakan keluhan yang dapat dialami oleh pengemudi kendaraan pribadi, sopir taksi, pengemudi transportasi online, hingga pekerja logistik yang harus melakukan perjalanan jarak jauh.

Bagi masyarakat Semarang yang memiliki aktivitas berkendara tinggi, memahami penyebab nyeri bahu setelah mengemudi penting untuk membantu menjaga kenyamanan tubuh dan mengurangi risiko keluhan berulang.

Mengapa Bahu Bisa Sakit Setelah Mengemudi Terlalu Lama?

Saat mengemudi, otot bahu dan punggung atas bekerja untuk membantu mempertahankan posisi lengan ketika memegang setir.

Meskipun gerakannya tidak selalu besar, otot tetap melakukan kontraksi ringan dalam waktu cukup lama.

Kontraksi otot yang berlangsung terus-menerus, terutama ketika posisi duduk kurang nyaman, dapat menimbulkan kelelahan dan ketegangan otot.

Selain itu, posisi kepala yang terlalu maju, bahu terangkat, atau lengan terlalu jauh dari setir dapat meningkatkan tuntutan pada otot di sekitar leher dan bahu.

Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat menyebabkan bahu terasa pegal, kaku, atau nyeri setelah perjalanan panjang.

  • Posisi Tangan Terlalu Jauh dari Setir
    Salah satu penyebab nyeri bahu saat mengemudi adalah posisi duduk yang terlalu jauh dari kemudi. Ketika pengemudi harus menjulurkan kedua lengan untuk menjangkau setir, otot bahu bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi tangan. Jika berlangsung selama berjam-jam, kondisi ini dapat menyebabkan ketegangan pada otot deltoid dan otot penstabil tulang belikat. Posisi yang lebih nyaman adalah ketika pengemudi dapat memegang setir dengan siku sedikit menekuk dan bahu tetap rileks. Namun, pengaturan posisi tetap harus memperhatikan keselamatan berkendara, termasuk jarak yang aman dari airbag.
  • Bahu Terangkat dan Tegang Saat Memegang Setir
    Sebagian pengemudi tanpa sadar mengangkat bahu ketika berkendara, terutama saat menghadapi lalu lintas padat. Kebiasaan tersebut dapat membuat otot trapezius bagian atas bekerja secara berlebihan. Otot trapezius berada di area leher, bahu, dan punggung atas serta berperan dalam pergerakan dan kestabilan tulang belikat. Ketika otot ini terus-menerus tegang, keluhan dapat berupa rasa pegal di bahu atas, leher terasa kaku, atau ketidaknyamanan yang menjalar ke punggung atas.
  • Menggenggam Setir Terlalu Kuat
    Mengemudi membutuhkan kontrol tangan yang baik, tetapi menggenggam setir dengan tekanan berlebihan dapat meningkatkan ketegangan otot lengan dan bahu. Kondisi ini sering terjadi ketika pengemudi merasa tegang, melewati jalan yang padat, atau melakukan perjalanan dalam kondisi melelahkan. Jika berlangsung lama, otot dapat menjadi lebih cepat lelah. Mempertahankan pegangan yang stabil tanpa tekanan berlebihan dapat membantu mengurangi ketegangan, selama kendali kendaraan tetap terjaga.
  • Posisi Kursi Mobil Kurang Ergonomis
    Pengaturan kursi memiliki pengaruh terhadap kenyamanan tubuh selama berkendara. Kursi yang terlalu rendah, terlalu jauh, atau memiliki sudut sandaran kurang sesuai dapat membuat tubuh mempertahankan posisi yang tidak nyaman. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan ketegangan bahu meliputi: Sandaran terlalu rebah sehingga tangan harus menjangkau jauh, Kursi terlalu jauh dari setir, Kepala terlalu maju dari posisi tubuh, Bahu tidak mendapat posisi yang nyaman, Punggung atas kurang mendapat dukungan. Pengaturan kursi yang sesuai dapat membantu mengurangi tuntutan pada otot dan sendi selama perjalanan.
  • Terlalu Lama Duduk Tanpa Istirahat
    Mengemudi dalam waktu lama membuat tubuh berada pada posisi yang relatif sama. Kurangnya perubahan posisi dapat menyebabkan otot terasa kaku dan lelah. Pada perjalanan jarak jauh, pengemudi mungkin baru menyadari keluhan setelah turun dari kendaraan. Bahu terasa berat, leher sulit diputar, atau punggung atas terasa pegal ketika tubuh mulai bergerak kembali. Mengambil jeda istirahat secara berkala dapat membantu mengurangi kelelahan dan memberikan kesempatan tubuh untuk bergerak.

Bagian Bahu yang Sering Terasa Nyeri Setelah Mengemudi

Nyeri bahu setelah berkendara dapat dirasakan pada beberapa area.

  • Bahu Bagian Atas
    Keluhan pada bahu bagian atas sering berkaitan dengan ketegangan otot trapezius dan otot di sekitar leher. Rasa pegal dapat semakin terasa setelah perjalanan panjang atau ketika pengemudi mempertahankan bahu dalam posisi terangkat.
  • Bahu Bagian Belakang
    Ketidaknyamanan pada bagian belakang bahu dapat berkaitan dengan otot yang membantu menstabilkan tulang belikat. Keluhan mungkin muncul ketika lengan terlalu jauh dari setir atau posisi punggung atas kurang nyaman.
  • Bahu Bagian Depan
    Nyeri pada bahu bagian depan dapat dipengaruhi oleh posisi lengan yang terus-menerus berada di depan tubuh. Namun, nyeri pada area ini juga dapat disebabkan oleh gangguan tendon atau struktur sendi lainnya. Lokasi nyeri saja tidak cukup untuk memastikan penyebab keluhan.

Apakah Sakit Bahu Setelah Mengemudi Termasuk Cedera?

Tidak semua sakit bahu setelah mengemudi menunjukkan adanya cedera.

Keluhan ringan dapat berkaitan dengan kelelahan otot akibat posisi statis dalam waktu lama.

Namun, apabila nyeri berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai keterbatasan gerak, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri bahu antara lain:

  • Gangguan tendon rotator cuff.

  • Masalah pada sendi bahu.

  • Nyeri yang berasal dari area leher.

  • Ketegangan otot berkepanjangan.

  • Gangguan saraf yang menyebabkan nyeri menjalar.

Karena itu, keluhan yang tidak membaik sebaiknya tidak dianggap sebagai pegal biasa.

Cara Mencegah Nyeri Bahu pada Pengemudi Jarak Jauh

Bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan panjang, pencegahan keluhan bahu perlu menjadi bagian dari kebiasaan berkendara.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi:

  • Mengatur posisi kursi dan setir sebelum perjalanan.
  • Menghindari posisi bahu yang terus-menerus terangkat.
  • Memegang setir dengan stabil tanpa tekanan berlebihan.
  • Mengambil jeda istirahat secara berkala di tempat aman.
  • Melakukan gerakan ringan ketika kendaraan sudah berhenti.
  • Menjaga aktivitas fisik di luar jam mengemudi.
  • Menghindari perjalanan panjang ketika tubuh sangat lelah.
  • Memeriksakan keluhan bahu yang menetap atau semakin berat.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga kenyamanan berkendara, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan risiko nyeri bahu.

Kesehatan Otot dan Sendi Bersama Kretek Semarang

Bagi masyarakat Semarang, Jawa Tengah, yang memiliki aktivitas berkendara tinggi, menjaga kesehatan otot dan sendi penting untuk mendukung kenyamanan selama bekerja maupun bepergian.

Kretek Semarang menyediakan layanan bone setting dan chiropractic yang berfokus pada keluhan muskuloskeletal, mobilitas, serta kenyamanan gerak tubuh sesuai kondisi individu.

Namun, nyeri bahu setelah mengemudi perlu dievaluasi berdasarkan gejala dan kemungkinan penyebabnya.

Tidak semua keluhan bahu dapat ditangani melalui manipulasi sendi, terutama apabila terdapat dugaan gangguan saraf, cedera tendon, atau kondisi medis lainnya.


Bagikan ke :
Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *