Nyeri Bahu Setelah Mengangkat Barang di Gudang? Kenali Penyebabnya

Bagikan ke :

Aktivitas mengangkat dan memindahkan barang merupakan pekerjaan yang sering dilakukan oleh pekerja gudang, staf logistik, petugas ekspedisi, hingga karyawan toko yang bertugas mengatur persediaan barang. Pekerjaan tersebut membutuhkan kekuatan otot, koordinasi tubuh, serta kemampuan sendi untuk menopang dan mengendalikan beban.

Namun, aktivitas mengangkat barang secara berulang, terutama jika dilakukan dengan posisi tubuh yang kurang tepat atau tanpa waktu istirahat yang cukup, dapat menyebabkan keluhan pada otot dan sendi. Salah satu bagian tubuh yang sering mengalami ketidaknyamanan adalah bahu.

Nyeri bahu setelah mengangkat barang di gudang dapat muncul ketika seseorang mengangkat kardus berat, memindahkan barang dari lantai ke rak, menarik atau mendorong muatan, hingga melakukan pekerjaan bongkar muat dalam waktu lama.

Keluhan ini dapat berupa rasa pegal, otot bahu terasa tertarik, nyeri ketika mengangkat lengan, atau ketidaknyamanan yang muncul setelah menyelesaikan pekerjaan.

Bagi masyarakat Kuningan, Jawa Barat, yang bekerja dalam bidang pergudangan, distribusi, perdagangan, maupun logistik, memahami penyebab nyeri bahu akibat aktivitas kerja penting untuk membantu menjaga kesehatan otot dan sendi serta mengurangi risiko cedera.

Mengapa Bahu Bisa Nyeri Setelah Mengangkat Barang di Gudang?

Bahu merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki peran penting dalam aktivitas mengangkat, membawa, menarik, dan mendorong barang.

Sendi bahu memungkinkan lengan bergerak ke berbagai arah, sedangkan otot dan tendon di sekitarnya membantu menghasilkan tenaga serta menjaga kestabilan gerakan.

Ketika seseorang mengangkat barang, otot bahu bekerja bersama otot punggung, dada, lengan, dan tubuh bagian tengah untuk mengendalikan beban.

Apabila barang terlalu berat, posisi pengangkatan kurang baik, atau gerakan dilakukan berulang dalam waktu lama, jaringan di sekitar bahu dapat menerima tekanan yang melebihi kemampuan adaptasinya.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kelelahan otot, ketegangan jaringan, maupun cedera pada struktur bahu.

  1. Mengangkat Kardus atau Barang dengan Beban Terlalu Berat
    Salah satu penyebab nyeri bahu pada pekerja gudang adalah mengangkat barang yang terlalu berat untuk kemampuan fisiknya. Ketika mengangkat kardus besar atau barang dengan bobot tinggi, otot bahu harus bekerja untuk membantu menjaga posisi lengan dan kestabilan beban. Risiko keluhan dapat meningkat apabila barang diangkat jauh dari tubuh atau sulit digenggam dengan baik. Beberapa kondisi yang dapat memperberat beban pada bahu meliputi: Mengangkat kardus besar tanpa pegangan yang memadai, Membawa barang berat menggunakan satu tangan, Mengangkat barang dengan posisi lengan menjauh dari tubuh, Memindahkan muatan tanpa bantuan alat, Memaksakan pengangkatan meskipun otot sudah kelelahan. Menggunakan alat bantu atau meminta bantuan rekan kerja untuk barang yang terlalu berat dapat membantu mengurangi risiko cedera.
  2. Menyusun Barang di Rak yang Terlalu Tinggi
    Pekerja gudang sering harus menempatkan barang pada rak penyimpanan yang berada di atas tinggi bahu. Aktivitas ini membutuhkan gerakan mengangkat lengan sambil menopang beban. Semakin tinggi posisi lengan, semakin besar tuntutan pada otot dan jaringan penstabil bahu, terutama apabila barang memiliki bobot cukup berat. Jika dilakukan secara berulang, aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi tendon dan ketegangan otot. Untuk mengurangi risiko, barang yang berat sebaiknya ditempatkan pada ketinggian yang lebih mudah dijangkau, dengan mempertimbangkan aturan keselamatan dan kapasitas rak.
  3. Gerakan Mengangkat dan Menurunkan Barang Secara Berulang
    Pekerjaan gudang tidak selalu melibatkan barang yang sangat berat. Barang dengan bobot sedang atau ringan juga dapat menyebabkan keluhan apabila diangkat dan dipindahkan secara terus-menerus dalam jumlah banyak. Sebagai contoh, pekerja yang harus memindahkan puluhan kardus dari area penerimaan menuju rak penyimpanan melakukan gerakan bahu yang sama secara berulang. Gerakan repetitif tersebut dapat meningkatkan beban kumulatif pada otot dan tendon. Apabila waktu pemulihan tidak mencukupi, bahu dapat terasa pegal, kaku, atau nyeri setelah bekerja.
  4. Posisi Tubuh yang Kurang Tepat Saat Mengangkat Barang
    Teknik mengangkat barang memiliki pengaruh terhadap distribusi beban pada tubuh. Ketika seseorang mengangkat barang sambil memutar badan secara mendadak, menjangkau terlalu jauh, atau mempertahankan posisi lengan yang tidak nyaman, tekanan pada otot dan sendi dapat meningkat. Kesalahan yang sering terjadi antara lain: Mengangkat barang sambil membungkuk dan menjangkau terlalu jauh, Memutar tubuh ketika masih menopang beban, Mengangkat barang dengan satu sisi tubuh secara terus-menerus, Membawa muatan jauh dari posisi tubuh, Mengangkat barang secara tiba-tiba tanpa menyiapkan posisi yang stabil. Teknik yang lebih terkontrol dapat membantu mengurangi tuntutan fisik, meskipun tidak ada satu posisi mengangkat yang sepenuhnya menghilangkan risiko cedera.
  5. Kurangnya Waktu Istirahat Selama Bekerja
    Aktivitas bongkar muat sering dilakukan dalam durasi panjang, terutama ketika jumlah barang yang masuk atau keluar sedang meningkat. Jika pekerja terus mengangkat dan memindahkan barang tanpa jeda yang cukup, otot bahu dapat mengalami kelelahan. Kelelahan dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam mempertahankan kontrol gerakan. Akibatnya, pekerjaan yang awalnya terasa ringan dapat menjadi semakin berat menjelang akhir jam kerja.

Bagian Bahu yang Sering Terasa Nyeri Setelah Pekerjaan Gudang

Nyeri bahu akibat aktivitas mengangkat barang dapat dirasakan pada beberapa area.

  • Nyeri Bahu Bagian Depan
    Rasa sakit pada bahu bagian depan dapat berkaitan dengan ketegangan otot atau gangguan tendon di sekitar sendi, termasuk tendon bisep. Keluhan terkadang muncul ketika mengangkat barang ke depan atau menjangkau benda yang berada jauh dari tubuh.
  • Nyeri Bahu Bagian Samping
    Nyeri pada bahu bagian samping dapat berkaitan dengan gangguan rotator cuff atau jaringan lain di sekitar sendi. Rasa sakit mungkin semakin terasa ketika mengangkat lengan ke samping atau menempatkan barang di rak tinggi.
  • Nyeri Bahu Bagian Belakang
    Ketegangan otot di sekitar tulang belikat dan punggung atas dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bagian belakang bahu. Keluhan dapat muncul setelah aktivitas menarik, membawa, atau memindahkan barang secara berulang. Lokasi nyeri tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan penyebab cedera.

Latihan yang Dapat Membantu Menjaga Kekuatan Bahu

Menjaga kekuatan otot bahu dan punggung atas dapat membantu mendukung aktivitas fisik sehari-hari.

Beberapa jenis latihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Scapular Retraction

Latihan ini membantu mengaktifkan otot yang berperan dalam mengontrol posisi tulang belikat.

External Rotation dengan Resistance Band

Gerakan ini dapat membantu melatih otot rotator cuff yang mendukung kestabilan bahu.

Wall Slide

Latihan ini membantu melatih koordinasi gerakan lengan dan tulang belikat.

Latihan Penguatan Otot Inti

Otot inti berperan dalam menjaga kestabilan tubuh ketika mengangkat atau memindahkan barang.

Latihan perlu dilakukan dengan teknik yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi fisik. Jika bahu sedang mengalami nyeri atau cedera, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan atau fisioterapis.

Konsultasi Keluhan di Kretek Kuningan

Bagi masyarakat Kuningan, Jawa Barat, yang bekerja dalam bidang pergudangan, logistik, distribusi, maupun aktivitas fisik lainnya, menjaga kesehatan otot dan sendi menjadi bagian penting untuk mendukung produktivitas.

Kretek Kuningan menyediakan layanan bone setting dan chiropractic yang berfokus pada keluhan muskuloskeletal, mobilitas, serta kenyamanan gerak tubuh sesuai kondisi masing-masing individu.

Namun, nyeri bahu setelah mengangkat barang berat perlu dievaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya.

Tidak semua keluhan bahu cocok ditangani dengan manipulasi sendi, terutama apabila terdapat dugaan robekan tendon, dislokasi, atau cedera struktural lainnya.

Jika keluhan muncul secara mendadak, disertai kelemahan, atau semakin berat, pemeriksaan medis sebaiknya diprioritaskan sebelum melakukan tindakan manual pada bahu.


Bagikan ke :
Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *