Pernah merasa leher kaku, tegang, atau pegal ketika sedang banyak pikiran? Kondisi tersebut cukup sering dialami, terutama ketika seseorang menghadapi pekerjaan yang menumpuk, kurang tidur, tekanan emosional, atau aktivitas sehari-hari yang membuat tubuh terus berada dalam kondisi tegang.
Stres tidak selalu hanya memengaruhi suasana hati. Ketika tubuh mengalami stres, otot juga dapat ikut menegang, termasuk otot di sekitar leher dan bahu. Jika berlangsung cukup lama, ketegangan tersebut dapat membuat leher terasa kaku dan tidak nyaman.
Apakah Stres Bisa Menyebabkan Leher Kaku?
Ya, stres dapat berkontribusi terhadap munculnya leher kaku dan tegang. Saat mengalami stres, tubuh secara alami dapat masuk ke kondisi siaga. Salah satu responsnya adalah meningkatnya ketegangan pada sejumlah kelompok otot.
Otot leher dan bahu termasuk area yang sering ikut menegang. Seseorang mungkin tanpa sadar mengangkat bahu, mengatupkan rahang, atau mempertahankan posisi kepala dan leher dalam keadaan tegang ketika sedang menghadapi tekanan.
Apabila ketegangan berlangsung berulang atau dalam waktu lama, leher dapat terasa:
- Kaku saat digerakkan
- Pegal hingga ke bahu
- Berat atau terasa tegang
Namun, stres bukan satu-satunya penyebab leher kaku. Faktor seperti postur tubuh, posisi tidur, aktivitas fisik, penggunaan gadget, dan masalah pada struktur leher juga dapat berperan.
Ciri Leher Kaku yang Berkaitan dengan Ketegangan
Leher kaku yang berkaitan dengan ketegangan otot biasanya dapat muncul bersamaan dengan periode stres atau aktivitas yang melelahkan.
Keluhannya dapat berupa rasa tegang pada bagian belakang leher, bahu terasa berat, atau leher terasa kurang nyaman ketika menoleh.
Pada beberapa orang, keluhan juga dapat terasa hingga bagian atas punggung atau kepala.
Jangan Langsung Menganggap Leher Kaku Hanya karena Stres
Walaupun stres dapat menyebabkan atau memperburuk ketegangan otot, leher kaku juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lainnya.
Misalnya, keluhan dapat muncul setelah tidur dalam posisi kurang nyaman, duduk terlalu lama, menggunakan smartphone dalam waktu lama, melakukan aktivitas fisik tertentu, atau mengalami cedera.
Jika leher kaku berlangsung terus-menerus, semakin berat, sering kambuh, atau disertai keluhan lain seperti kesemutan, mati rasa, kelemahan pada tangan atau kaki, gangguan keseimbangan, demam, sakit kepala berat, atau muncul setelah kecelakaan, sebaiknya mendapatkan evaluasi tenaga medis.
Konsultasikan Keluhan Leher Anda di Kretek Kuningan
Jangan tunggu sampai leher kaku mengganggu aktivitas Anda. Jika keluhan terus berulang, semakin berat, atau membuat Anda kesulitan bergerak, sebaiknya jangan diabaikan.
Kretek Kuningan dapat menjadi salah satu pilihan untuk berkonsultasi mengenai keluhan leher dan mendapatkan informasi mengenai treatment yang tersedia.
