Cedera Saat Gym Bisa Menyebabkan Saraf Kejepit? Kenali Penyebabnya

Bagikan ke :

Gym dapat membantu meningkatkan kekuatan, kebugaran, dan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, latihan beban juga memberikan tuntutan pada otot, sendi, dan tulang belakang. Jika terjadi cedera saat latihan, sebagian orang dapat mengalami sakit pinggang atau leher yang disertai nyeri menjalar, kesemutan, kebas, hingga perubahan kekuatan pada tangan atau kaki.

Keluhan tersebut sering dianggap sebagai tanda saraf kejepit. Padahal, nyeri setelah gym tidak selalu berarti saraf kejepit, dan aktivitas gym sendiri tidak otomatis menyebabkan saraf terjepit. Keluhan dapat berkaitan dengan cedera otot, jaringan di sekitar sendi, masalah diskus, iritasi saraf, atau kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan untuk membedakannya.

Bagi warga Cilegon yang mengalami keluhan setelah latihan, Kretek Cilegon menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak. Artikel ini secara khusus membahas hubungan antara cedera saat gym, perubahan beban latihan, teknik gerakan, jenis latihan, waktu munculnya gejala, serta pola nyeri setelah latihan, sehingga berbeda dari artikel saraf kejepit sebelumnya.

Apakah Cedera Saat Gym Bisa Berkaitan dengan Saraf Kejepit?

Bisa, tetapi tidak setiap cedera gym melibatkan saraf.

Pada kondisi tertentu, cedera atau perubahan pada struktur di sekitar tulang belakang dapat menyebabkan tekanan atau iritasi pada saraf. Masalah pada diskus tulang belakang, misalnya, dapat berkaitan dengan gejala saraf pada sebagian orang.

Namun, sakit pinggang setelah deadlift atau sakit leher setelah latihan upper body saja tidak cukup untuk memastikan adanya saraf kejepit.

Gejala, riwayat cedera, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan medis tambahan perlu dipertimbangkan untuk mengetahui penyebabnya.

Pegal Setelah Gym atau Cedera?

Setelah latihan, otot dapat terasa pegal. Kondisi ini tidak sama dengan cedera saraf.

Pegal otot setelah latihan umumnya terasa pada otot yang digunakan dan dapat muncul beberapa waktu setelah latihan.

Perhatian lebih diperlukan apabila keluhan terasa berbeda dari pegal latihan yang biasa dialami, terutama jika terdapat:

  • Nyeri tajam saat melakukan gerakan
  • Nyeri menjalar ke tangan atau kaki
  • Kesemutan
  • Kebas
  • Sensasi seperti terbakar atau tersetrum
  • Perubahan kekuatan
  • Gerakan menjadi sangat terbatas

Jika muncul gejala tersebut, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa tubuh hanya mengalami pegal setelah latihan.

  1. Beban Latihan Naik Terlalu Cepat
    Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah perubahan beban latihan. Misalnya, seseorang terbiasa melakukan squat dengan beban tertentu kemudian menaikkannya secara signifikan dalam waktu singkat. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap tuntutan latihan. Peningkatan beban tidak otomatis menyebabkan saraf kejepit, tetapi lonjakan tuntutan latihan dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko keluhan atau cedera. Karena itu, ketika gejala muncul, bandingkan latihan terakhir dengan rutinitas sebelumnya.
  2. Volume Latihan Bertambah Mendadak
    Bukan hanya berat barbel yang perlu diperhatikan. Jumlah set, repetisi, frekuensi latihan, dan total latihan dalam seminggu juga menentukan beban yang diterima tubuh. Contohnya, seseorang tidak menambah berat barbel tetapi meningkatkan latihan dari tiga menjadi enam hari per minggu. Secara keseluruhan, tubuh tetap menerima peningkatan tuntutan. Inilah sebabnya evaluasi cedera gym sebaiknya tidak hanya bertanya “angkat berapa kilogram?”
  3. Cedera Saat Deadlift
    Deadlift melibatkan koordinasi berbagai bagian tubuh untuk mengangkat beban. Keluhan dapat terjadi ketika beban melebihi toleransi saat itu, tubuh sudah mengalami kelelahan, gerakan berubah, atau terdapat faktor lain. Jika sakit muncul ketika melakukan deadlift, catat pada fase mana keluhan terjadi: Saat mengambil posisi awal? Saat beban mulai terangkat? Ketika tubuh mendekati posisi berdiri? Saat menurunkan beban?
    Informasi tersebut lebih spesifik daripada sekadar mengatakan “pinggang sakit setelah deadlift”.
  4. Keluhan Saat Squat
    Squat melibatkan pergerakan pada pinggul, lutut, pergelangan kaki, dan batang tubuh. Jika keluhan muncul saat squat, perhatikan apakah sakit terjadi ketika turun, berada di posisi bawah, atau ketika kembali berdiri. Selain beban, kedalaman squat, kelelahan, jumlah repetisi, dan perubahan program latihan dapat menjadi bagian yang perlu dievaluasi. Nyeri setelah squat juga tidak selalu berasal dari saraf.
  5. Cedera Saat Leg Press
    Leg press sering dianggap sederhana karena tubuh berada pada mesin. Namun, latihan ini tetap memberikan tuntutan pada tubuh bagian bawah. Jika muncul sakit pinggang atau gejala menjalar ketika melakukan leg press, perhatikan posisi tubuh, kedalaman gerakan, berat yang digunakan, serta apakah keluhan muncul sejak repetisi pertama atau baru setelah beberapa set.

Kapan Keluhan Pertama Kali Terasa?

Waktu munculnya gejala dapat memberikan informasi penting.

Ada orang yang langsung merasakan sakit ketika mengangkat beban.

Ada yang baru merasakan keluhan ketika sesi latihan selesai.

Ada pula yang baru mengalami nyeri menjalar atau kesemutan beberapa jam kemudian atau keesokan harinya.

Karena itu, bedakan:

Saat latihan → setelah latihan → malam hari → keesokan pagi.

Pola ini membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai keluhan.

Cara Mengurangi Risiko Cedera Saat Gym

Beberapa prinsip yang dapat diperhatikan:

  • Tingkatkan beban secara bertahap
  • Sesuaikan volume dengan kemampuan
  • Pelajari teknik latihan dengan baik
  • Lakukan pemanasan yang sesuai
  • Berikan waktu recovery
  • Jangan memaksakan repetisi ketika teknik mulai sulit dipertahankan
  • Hentikan latihan jika muncul nyeri yang tidak biasa
  • Catat perubahan program latihan
  • Sesuaikan latihan setelah lama tidak berolahraga
  • Jangan mengabaikan kesemutan, kebas, atau perubahan kekuatan

Tidak ada satu teknik latihan yang menjamin seseorang bebas cedera, tetapi pengelolaan beban dan kemampuan tubuh tetap penting.

Konsultasi Keluhan Setelah Gym untuk Warga Cilegon di Kretek Cilegon

Jika setelah gym muncul sakit pinggang atau leher yang disertai nyeri menjalar, kesemutan, atau kebas, jangan langsung menganggapnya sebagai pegal biasa maupun memastikan sendiri bahwa penyebabnya adalah saraf kejepit.

Kretek Cilegon untuk warga Cilegon menyediakan konsultasi untuk membantu mengevaluasi keluhan pada sistem gerak. Jenis latihan, berat beban, set dan repetisi, perubahan program, fase gerakan ketika sakit muncul, lokasi nyeri, serta perkembangan gejala setelah latihan dapat menjadi bagian yang diperhatikan.

Dengan mengevaluasi berat beban → eksekusi → volume latihan → area gejala → kondisi setelah latihan, pemicu keluhan dapat dipahami secara lebih spesifik sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.


Bagikan ke :
Tags: No tags

Leave a Reply