Sakit leher pada pekerja kantoran dapat muncul setelah menjalani rutinitas kerja berjam-jam di depan komputer. Keluhan biasanya terasa sebagai pegal, kaku, rasa berat di sekitar leher dan bahu, hingga sakit ketika kepala digerakkan. Pada sebagian orang, keluhan mulai terasa menjelang sore setelah menyelesaikan pekerjaan sepanjang hari.
Berbeda dari pembahasan sakit leher setelah duduk lama, keluhan pada pekerja kantoran tidak hanya berkaitan dengan durasi duduk. Pengaturan workstation, penggunaan laptop dan monitor, kebiasaan bekerja tanpa jeda, posisi perangkat, serta pola aktivitas selama jam kerja juga dapat memengaruhi kenyamanan leher. Karena itu, pencegahannya perlu melihat rutinitas kerja secara keseluruhan.
Mengapa Pekerja Kantoran Sering Mengalami Sakit Leher?
Bekerja di kantor memang tidak selalu membutuhkan aktivitas fisik berat, tetapi leher tetap bekerja untuk mempertahankan posisi kepala selama seseorang melihat monitor, membaca dokumen, mengikuti rapat, atau menggunakan perangkat digital.
Ketika aktivitas tersebut dilakukan selama berjam-jam, terutama dengan sedikit perubahan posisi, area leher dan bahu dapat terasa lelah.
Keluhan dapat semakin terasa jika pekerjaan menuntut konsentrasi tinggi sehingga seseorang tidak menyadari bahwa tubuh sudah berada dalam posisi yang sama terlalu lama.
Kebiasaan Kerja yang Bisa Memicu Sakit Leher
Ada beberapa kebiasaan di lingkungan kerja yang dapat membuat leher lebih mudah terasa tidak nyaman.
- Monitor Tidak Berada pada Posisi yang Nyaman
Monitor yang terlalu rendah dapat membuat seseorang terus melihat ke bawah. Sebaliknya, monitor yang terlalu tinggi juga dapat membuat posisi kepala terasa kurang nyaman.
Perhatikan posisi layar agar dapat dilihat tanpa harus terus mempertahankan kepala dalam posisi yang melelahkan. - Bekerja Menggunakan Laptop Berjam-jam
Laptop menyatukan layar dan keyboard dalam satu perangkat. Ketika keyboard berada pada posisi yang nyaman untuk tangan, posisi layar belum tentu ideal untuk pandangan.
Akibatnya, sebagian pekerja tanpa sadar sering menundukkan atau mendekatkan kepala ketika bekerja. - Terlalu Fokus pada Pekerjaan
Deadline, rapat, atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat membuat seseorang lupa bergerak selama beberapa jam. Tubuh kemudian berada dalam posisi relatif statis sehingga leher dan bahu dapat mulai terasa kaku. - Posisi Monitor Kedua yang Kurang Tepat
Pekerja yang menggunakan dua monitor mungkin lebih sering menoleh ke salah satu sisi. Jika salah satu layar digunakan sebagai layar utama tetapi posisinya berada jauh di samping, kepala dapat sering berada dalam posisi menoleh. Variasi posisi layar dan cara penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. - Menjepit Telepon di Antara Bahu dan Telinga
Kebiasaan menjepit telepon sambil mengetik membuat kepala dan bahu berada dalam posisi yang kurang nyaman. Jika pekerjaan membutuhkan banyak panggilan, penggunaan perangkat hands-free dapat menjadi alternatif. - Waktu Istirahat Tetap Dihabiskan di Depan Layar
Istirahat kerja tidak selalu menjadi waktu istirahat bagi leher. Setelah bekerja menggunakan komputer, seseorang mungkin langsung menggunakan ponsel sambil tetap duduk.
Akibatnya, posisi tubuh tidak banyak berubah meskipun sedang memasuki waktu istirahat.
Sakit Leher dan Bahu Sering Muncul Bersamaan
Pekerja kantoran tidak hanya dapat mengalami sakit pada leher. Rasa pegal atau kaku sering kali juga terasa di sekitar bahu dan punggung bagian atas.
Hal ini dapat terjadi karena otot di sekitar leher, bahu, dan punggung atas bekerja bersama untuk membantu mempertahankan posisi kepala serta tubuh.
Keluhannya dapat berupa:
- Leher terasa berat
- Bahu terasa pegal
- Sulit menoleh dengan nyaman
- Punggung atas terasa kaku
- Rasa tertarik di sekitar leher dan bahu
- Keluhan semakin terasa menjelang akhir jam kerja
Jika pola tersebut terjadi hampir setiap hari kerja, kebiasaan dan pengaturan tempat kerja perlu diperhatikan.
Evaluasi Workstation untuk Membantu Mencegah Sakit Leher
Salah satu hal yang membedakan keluhan pekerja kantoran dengan aktivitas lainnya adalah penggunaan workstation dalam waktu panjang.
Cobalah mengevaluasi meja kerja secara keseluruhan.
Perhatikan apakah monitor mudah dilihat, keyboard dan mouse dapat dijangkau dengan nyaman, serta kursi memungkinkan Anda berganti posisi selama bekerja.
Jika menggunakan laptop dalam waktu panjang, perangkat tambahan seperti keyboard atau mouse terpisah dapat memberikan lebih banyak pilihan dalam mengatur posisi kerja.
Tujuannya bukan menciptakan satu postur yang harus dipertahankan sepanjang hari, melainkan membuat lingkungan kerja memungkinkan tubuh bergerak dan berganti posisi dengan nyaman.
Cara Mencegah Sakit Leher pada Pekerja Kantoran
Pencegahan sakit leher tidak hanya dilakukan ketika keluhan sudah muncul. Beberapa kebiasaan dapat diterapkan selama jam kerja.
- Berikan Jeda dari Pekerjaan
Sesekali alihkan perhatian dari layar dan ubah posisi tubuh. Berdiri atau berjalan ringan dapat memberikan variasi setelah bekerja dalam posisi duduk. - Jangan Mempertahankan Satu Postur Terlalu Lama
Postur yang terlihat baik sekalipun dapat terasa melelahkan jika dipertahankan terus-menerus. Tubuh membutuhkan variasi posisi. - Atur Perangkat Berdasarkan Aktivitas
Posisi monitor, laptop, keyboard, dan mouse sebaiknya memungkinkan perangkat digunakan tanpa membuat tubuh terus-menerus menyesuaikan diri secara tidak nyaman. - Manfaatkan Waktu Istirahat untuk Bergerak
Daripada menghabiskan seluruh waktu istirahat dengan tetap duduk dan menggunakan ponsel, cobalah berdiri atau berjalan ringan. - Tetap Aktif Setelah Jam Kerja
Aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk menjaga tubuh tetap aktif setelah menjalani pekerjaan yang banyak dilakukan dalam posisi duduk. - Kenali Pola Keluhan Selama Hari Kerja
Jika sakit leher sering terjadi, coba perhatikan pola kemunculannya.
Apakah leher terasa nyaman ketika mulai bekerja tetapi sakit pada sore hari? Apakah keluhan lebih terasa setelah rapat panjang? Apakah bekerja dari laptop membuat leher lebih cepat pegal dibandingkan menggunakan monitor?
Perhatikan juga apakah keluhan membaik ketika libur atau setelah tubuh lebih banyak bergerak.
Informasi tersebut dapat membantu mengetahui aktivitas mana yang paling sering berkaitan dengan munculnya rasa tidak nyaman.
Sakit Leher Menjalar ke Tangan Perlu Diperhatikan
Sakit leher pada pekerja kantoran tidak selalu hanya berupa pegal atau kaku. Pada kondisi tertentu, keluhan dapat disertai rasa sakit yang menjalar menuju bahu, lengan, hingga tangan.
Perhatikan apabila muncul:
- Kesemutan pada tangan atau jari
- Kebas atau mati rasa
- Sensasi seperti terbakar atau tersengat
- Nyeri menjalar sepanjang lengan
- Kekuatan tangan terasa berkurang
Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan iritasi atau tekanan pada saraf di sekitar leher. Kondisi yang melibatkan tekanan atau iritasi saraf sering disebut masyarakat sebagai saraf kejepit.
Namun, sakit leher akibat bekerja di depan komputer tidak otomatis menunjukkan adanya saraf kejepit. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan.
Kapan Sakit Leher Sebaiknya Diperiksakan?
Pertimbangkan pemeriksaan apabila sakit leher terus berulang meskipun kebiasaan kerja sudah disesuaikan, semakin berat, atau mulai mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Keluhan yang disertai kesemutan, kebas, nyeri menjalar, atau penurunan kekuatan tangan juga sebaiknya tidak diabaikan.
Segera cari pertolongan medis apabila sakit leher muncul setelah cedera berat atau disertai kelemahan anggota tubuh yang semakin memburuk, kesulitan berjalan, atau gangguan koordinasi.
Konsultasikan Sakit Leher di Kretek Semarang
Jika Anda berada di Semarang dan sering mengalami sakit leher akibat rutinitas kerja di kantor, leher kaku setelah menggunakan komputer, atau pegal pada area leher dan bahu, Kretek Semarang menyediakan konsultasi untuk membantu memahami keluhan yang dirasakan dan menentukan pendekatan yang sesuai.
Kretek Semarang juga membantu menangani berbagai keluhan seperti saraf kejepit, sakit pinggang, sakit punggung, sakit lutut, bahu kaku, nyeri kaki, postur bungkuk, cedera olahraga, dan nyeri sendi.
