Bahaya Mengabaikan Keluhan Sciatica pada Lansia: Kenali Gejala dan Penanganannya

Bagikan ke :

Sciatica pada lansia merupakan keluhan yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika rasa nyeri terus berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Sciatica umumnya berkaitan dengan iritasi atau tekanan pada saraf skiatik sehingga dapat menimbulkan nyeri yang terasa dari area pinggang atau bokong dan menjalar ke bagian belakang paha hingga kaki.

Pada usia lanjut, keluhan seperti sakit pinggang atau nyeri kaki terkadang dianggap sebagai hal yang wajar akibat bertambahnya usia. Padahal, tidak semua nyeri merupakan bagian normal dari proses penuaan.

Mengabaikan keluhan sciatica terlalu lama dapat membuat lansia semakin membatasi aktivitas karena takut nyeri muncul. Akibatnya, kemampuan bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari dapat ikut terpengaruh.

Apa Itu Sciatica?

Sciatica adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan nyeri yang mengikuti jalur saraf skiatik. Saraf ini berasal dari area punggung bawah dan bercabang menuju bokong, paha, hingga kaki.

Keluhan biasanya dirasakan pada salah satu sisi tubuh. Nyeri dapat terasa seperti sakit, tertarik, terbakar, tersengat, atau disertai kesemutan maupun kebas.

Mengapa Lansia Bisa Mengalami Sciatica?

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan. Struktur tulang belakang, sendi, otot, dan jaringan di sekitarnya juga dapat mengalami perubahan yang dapat berhubungan dengan munculnya nyeri.

Selain faktor usia, beberapa kondisi dan kebiasaan dapat berkontribusi terhadap keluhan, seperti:

1. Perubahan pada Tulang Belakang

Perubahan degeneratif pada struktur tulang belakang dapat terjadi seiring bertambahnya usia dan pada sebagian orang dapat berhubungan dengan iritasi saraf.

2. Aktivitas yang Berlebihan

Lansia yang melakukan aktivitas fisik melebihi kemampuan tubuh dapat mengalami keluhan pada area pinggang dan kaki.

3. Kurang Bergerak

Terlalu banyak duduk atau berbaring dapat membuat tubuh semakin kaku dan mengurangi aktivitas sehari-hari.

Bagaimana Cara Menangani Sciatica pada Lansia?

Penanganan sciatica perlu disesuaikan dengan penyebab, tingkat keluhan, dan kondisi tubuh masing-masing.

Jika nyeri muncul setelah aktivitas tertentu, kurangi sementara aktivitas yang memperburuk keluhan. Tetap bergerak ringan sesuai kemampuan apabila tidak memperparah rasa sakit.

Hindari melakukan manipulasi atau peregangan secara berlebihan, terutama pada lansia yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Treatment Sciatica pada Lansia di Kretek Semarang

Jika Anda sedang mencari treatment sciatica pada lansia di Semarang, Kretek Semarang dapat menjadi pilihan untuk berkonsultasi mengenai keluhan yang dialami.

Anda dapat menyampaikan keluhan seperti sakit pinggang menjalar ke kaki, nyeri bokong, kaki kesemutan, kaki terasa kebas, nyeri saat berjalan, atau rasa tidak nyaman setelah duduk lama.

Sebelum menentukan treatment, kondisi dan keluhan perlu dievaluasi terlebih dahulu. Hal ini penting karena nyeri pinggang dan kaki dapat memiliki berbagai kemungkinan penyebab, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Konsultasikan Sciatica Lansia di Kretek Semarang

Jika lansia mengalami nyeri pinggang yang menjalar ke bokong atau kaki dan keluhan tersebut mulai mengganggu aktivitas, jangan hanya menganggapnya sebagai pegal biasa karena faktor usia.

Konsultasikan keluhan yang dialami untuk mendapatkan informasi dan arahan penanganan yang sesuai.

Anda dapat menghubungi Kretek Semarang melalui WhatsApp untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan informasi mengenai konsultasi serta treatment yang tersedia.

👉 wa.me/628987679898Konsultasi Sciatica melalui WhatsApp Kretek Semarang


Bagikan ke :
Tags: No tags

Leave a Reply