Bersepeda kini menjadi gaya hidup baru masyarakat Tangerang—baik untuk olahraga, komunitas, hingga transportasi harian. Jalur legendaris seperti Bitung, Balaraja, Cikande, Kragilan, Tanara hingga rute Domas, selalu ramai pesepeda setiap akhir pekan. Namun, di balik manfaatnya untuk kesehatan jantung dan kebugaran, aktivitas bersepeda jarak jauh juga menyimpan risiko yang sering diabaikan: kebas akibat saraf terjepit.
Keluhan kebas pada tangan, lengan, hingga kaki kini semakin banyak dialami pesepeda, terutama mahasiswa dan pekerja muda yang aktif di Tangerang. Kebas bukan sekadar rasa tidak nyaman—tetapi alarm tubuh bahwa ada gangguan pada saraf yang harus segera ditangani.
Apa Penyebab Kebas Saat Bersepeda?
Secara medis, kebas pada pesepeda biasanya timbul akibat tekanan berulang pada saraf perifer. Tiga penyebab utama:
1. Tekanan pada Saraf Ulnaris
Terjadi ketika posisi tangan terlalu lama menggenggam stang dengan beban berat.
Gejala:
- Kebas di jari manis & kelingking
- Nyeri pergelangan atau siku
- Pegangan menjadi lemah saat shifting atau braking
Kondisi ini dikenal sebagai Handlebar Palsy.
2. Kompresi Saraf Median
Banyak ditemukan pada pesepeda dengan postur membungkuk.
Gejala:
- Kesemutan di jempol, telunjuk, dan jari tengah
- Rasa panas atau nyeri seperti ditusuk-tusuk
- Sulit menggenggam botol atau rem
Risiko carpal tunnel syndrome meningkat pada pesepeda yang juga banyak menggunakan laptop sepanjang hari.
3. Postur Tulang Belakang yang Salah
Sadel terlalu tinggi atau stang terlalu jauh menyebabkan:
- Tekanan berlebih di bahu & leher
- Otot punggung menegang
- Saraf tulang belakang dapat terjepit (HNP)
Ini memicu kebas pada betis dan telapak kaki.
Kesalahan Umum Pesepeda
Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan tanpa sadar:
- Sadel terlalu keras & sempit
- Mengandalkan satu tangan saat mengendarai
- Tidak pernah stretching sebelum/ setelah gowes
- Helm terlalu berat → leher menahan beban
- Posisi handlebar tidak ergonomis
Bersepeda harusnya menyehatkan, bukan menyiksa saraf dan sendi.
Kenapa Kebas Tak Boleh Dianggap Sepele?
Awalnya hanya terasa:
- Kesemutan sesaat
- Mati rasa di ujung jari
- Rasa kaku saat menggenggam
Namun jika dibiarkan dalam jangka panjang:
- Peradangan saraf meningkat
- Otot menjadi lemah
- Risiko lumpuh fungsional pada jari dan telapak tangan
- Produktivitas menurun saat bekerja atau kuliah
Pada kasus berat, pesepeda tidak mampu lagi mengontrol stang dengan stabil—ini berbahaya saat melaju di turunan Dago atau jalur padat seperti Pasteur.
Bagaimana Terapi Kretek Membantu Pemulihan Saraf Pesepeda?
Terapi Kretek Tangerang berfokus pada reposisi tulang dan pelepasan tekanan saraf melalui teknik manipulasi pada:
- Tulang belakang (cervical & lumbal)
- Pergelangan tangan
- Siku & bahu
- Pinggul & lutut
Manfaat yang dirasakan:
✅ Aliran saraf kembali lancar
✅ Kebas & kesemutan berkurang signifikan
✅ Perbaikan postur saat bersepeda
✅ Daya genggam meningkat saat mengontrol stang
✅ Otot lebih rileks & tidak cepat lelah
Terapi dilakukan tanpa obat dan tanpa pembedahan, cocok untuk pesepeda aktif yang butuh pemulihan cepat.
Rekomendasi Latihan untuk Pesepeda
Supaya kamu bisa tetap gowes aman dan nyaman:
1. Nerve Gliding Exercise
Gerakkan saraf agar tidak mudah terjepit.
(Contoh: wrist extension + finger stretch 10–15 detik)
2. Strengthening Core & Shoulder
Otot kuat → postur stabil
(Plank, scapular retraction, dll)
3. Pengaturan Posisi Sepeda
Kalau perlu, lakukan bike fitting untuk:
- Jarak stang ideal
- Tinggi sadel sesuai anatomi
- Tekanan beban merata
Dengan kebiasaan tepat, risiko cedera bisa ditekan.
Kapan Harus ke Terapi Kretek?
- Jika gejala sudah terjadi lebih dari 3–7 hari
- Kebas makin sering & menjalar
- Tangan/kaki mulai lemah saat mengayuh
- Nyeri muncul di leher atau punggung setelah gowes
- Sudah terapi lain namun tidak membaik
Semakin cepat ditangani, semakin cepat saraf pulih.
Bersepeda adalah olahraga favorit warga Tangerang—tapi jangan mengabaikan sinyal bahaya dari tubuhmu. Kebas bukan hal normal, terutama jika terus berulang setelah gowes jarak jauh.
Menjaga postur, stretching, dan melakukan perawatan tepat akan membuatmu tetap bisa menikmati rute-rute indah tangerang tanpa rasa sakit.
Jika kamu atau rekan sesama pesepeda mulai merasakan gejala di atas, Terapi Kretek Tangerang siap membantu pemulihan saraf dan posturmu. Kembali gowes tanpa takut kebas—karena kesehatan lebih penting dari sekadar jarak tempuh.

Terima kasih abg Jaja








Dengan terapis kang Baim


