Skoliosis sering kali dianggap hanya sebagai masalah “bentuk tulang punggung yang miring”. Banyak orang baru sadar setelah punggung tampak melengkung atau bahu kiri dan kanan tidak sama tinggi. Padahal, kondisi ini jauh lebih kompleks dan dapat memengaruhi organ penting lain seperti paru-paru, bahkan sistem saraf.
Di Indonesia, skoliosis tidak lagi hanya menyerang orang dewasa. Banyak kasus ditemukan sejak usia sekolah, apalagi sekarang anak dan remaja banyak duduk membungkuk saat menatap gadget dalam waktu lama. Semakin dini skoliosis muncul, semakin besar pula peluangnya memburuk jika dibiarkan.
Lalu, seberapa bahaya skoliosis sebenarnya? Yuk kita bahas lengkap agar tidak terlambat mengambil tindakan!
Apa Itu Skoliosis?
Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang secara abnormal ke arah samping, membentuk huruf S atau C. Kondisi ini dapat terjadi pada:
- Anak menjelang pubertas
- Remaja yang tumbuh cepat
- Dewasa yang mengalami gangguan struktur tulang
Kelengkungan dapat berpotensi memburuk dari tahun ke tahun jika tidak dipantau atau ditangani.
Gejala Skoliosis yang Sering Tidak Disadari
Tidak semua penderita skoliosis mengalami nyeri langsung. Justru inilah yang membuat mereka terlambat memeriksakan diri.
Coba cek beberapa tanda berikut:
- Salah satu bahu lebih tinggi
- Pinggul tidak seimbang
- Punggung tampak menonjol saat membungkuk
- Mudah capek saat berdiri lama
- Nyeri punggung yang berpindah-pindah
- Nafas pendek saat aktivitas
Jika dua atau lebih tanda ini ada, sebaiknya segera diperiksa oleh praktisi postur berpengalaman.
Dampak Serius yang Bisa Terjadi
1. Gangguan Pernapasan
Tulang belakang yang melengkung bisa menekan rongga dada sehingga ruang paru mengecil. Akibatnya:
- Nafas menjadi lebih pendek
- Mudah sesak saat olahraga
- Vital capacity menurun (paru kurang bisa mengembang)
Pada kasus berat, skoliosis dapat menyebabkan gangguan pernapasan jangka panjang.
2. Gangguan Saraf
Tulang belakang adalah “rumah” bagi saraf pusat. Jika strukturnya bergeser, tekanan pada saraf dapat terjadi. Keluhan yang sering muncul:
- Kesemutan di tangan atau kaki
- Kebas dan kelemahan otot
- Nyeri menjalar ke bahu atau pinggul
- Sakit kepala yang berulang
Inilah alasan kenapa skoliosis tidak boleh dianggap sepele.
3. Postur Tubuh Memburuk & Rasa Percaya Diri Turun
Jika skoliosis makin membengkok:
- Tubuh tampak miring
- Pakaian terlihat tidak simetris
- Postur bungkuk dan cepat lelah saat duduk
Selain fisik, kondisi psikologis juga bisa ikut terganggu—terutama pada usia remaja yang sedang tumbuh.
Skoliosis Bisa Memburuk Jika Diabaikan
Setiap tahun, kelengkungan skoliosis bisa bertambah terutama pada:
- Masa pertumbuhan tinggi (10–16 tahun)
- Orang yang sering duduk membungkuk
- Pekerjaan atau olahraga yang membebani satu sisi tubuh
“Jadi jangan tunggu sampai muncul sesak atau kelumpuhan saraf. Penanganan lebih awal = potensi perbaikan lebih besar“
Bagaimana Cara Menanganinya?
Pengelolaan skoliosis tidak selalu harus operasi. Banyak kasus skoliosis ringan–menengah dapat membaik dengan:
- Latihan postur spesifik
- Reposisi tulang belakang
- Teknik pernapasan untuk membuka rongga dada
- Evaluasi rutin oleh praktisi postur
Yang penting adalah menangani akar masalah, bukan hanya menghilangkan rasa sakit sementara.
Mengenal Kretek Subang
Terapi Kretek Subang menggunakan pendekatan reposisi struktur tulang untuk membantu:
- Merilekskan otot yang terlalu tegang akibat tarik-menarik postur
- Mengurangi tekanan pada saraf
- Membantu keseimbangan dan simetri tulang belakang
- Membuka ruang gerak pada tulang rusuk sehingga napas lebih lega
Banyak pasien melaporkan:
- Punggung lebih lurus saat berdiri
- Nafas terasa panjang dan ringan
- Nyeri menjalar berkurang signifikan
- Lebih kuat menjaga postur saat aktivitas
Pendekatan ini aman, cepat, dan tanpa obat—berfokus memulihkan fungsi tubuh sebagaimana mestinya.
Siapa yang Harus Mulai Waspada?
Anda atau anak Anda perlu evaluasi skoliosis bila:
- Usia 9–25 tahun dan postur mulai miring
- Ada riwayat skoliosis dalam keluarga
- Sering mengeluh punggung capek sebelah
- Sedang mengalami lonjakan pertumbuhan
Semakin cepat diperiksa, semakin baik hasil penanganannya.
Skoliosis bukan sekadar punggung melengkung. Bisa mengganggu saraf, pernapasan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan deteksi dan penanganan yang tepat, banyak kasus skoliosis bisa terkendali bahkan membaik tanpa operasi.
Jika Anda atau keluarga mengalami tanda-tanda skoliosis, jangan tunda pemeriksaan.
Boleh konsultasi langsung ke Terapi Kretek Subang untuk:
- Evaluasi postur menyeluruh
- Reposisi tulang secara aman
- Pendampingan latihan perbaikan skoliosis
Jaga tulang belakang sekarang, demi masa depan yang lebih sehat dan percaya diri.



Badan terasa Enteng kembali, pagal linu di persendian sudah tidak terasa lagi.
Pelayanan ramah dan memuaskan

Terapisnya pa hadi ramah enak di ajak ngobrolnya






