Keluhan tangan mati rasa atau kebas saat membawa motor atau menyetir mobil dalam waktu lama adalah hal yang sering terjadi, tetapi sayangnya banyak orang memilih untuk mengabaikannya. Sensasi kesemutan, kaku, atau rasa tebal di telapak tangan hingga pergelangan sering dianggap wajar karena posisi tangan yang tidak berubah. Padahal, jika dibiarkan berulang, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah saraf yang lebih serius dan mengganggu aktivitas harian.
Kenapa Tangan Bisa Mati Rasa Saat Berkendara?
Keluhan kebas atau kesemutan saat berkendara disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor berikut:
1. Tekanan Berulang pada Saraf
Posisi tangan saat memegang setang motor atau setir mobil dalam waktu lama memberi tekanan pada saraf median, ulnar, atau radial. Bila aliran darah terganggu, muncullah sensasi kebas.
2. Getaran Kendaraan
Getaran motor, terutama pada perjalanan jauh atau jalan rusak, dapat mengiritasi saraf perifer dan memperburuk peradangan otot kecil di tangan.
3. Postur Tubuh yang Salah
Membungkuk, menekuk leher ke depan, atau menahan beban di bahu akan memberikan tekanan pada tulang belakang leher (servikal). Dari sinilah saraf ke tangan berasal; jika tertekan, efeknya terasa hingga jari.
4. Pegangan Terlalu Kuat
Menggenggam setang dengan tekanan berlebihan mempersempit aliran darah di pergelangan dan jari.
5. Sirkulasi Darah yang Tidak Lancar
Suhu dingin, tekanan darah rendah, atau kolesterol tinggi bisa mempersempit pembuluh darah ke tangan, menyebabkan kebas lebih cepat muncul.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Jika tangan sering kebas saat menyetir atau setelahnya, perhatikan apakah disertai:
- Kesemutan yang menetap lebih dari 10 menit setelah berhenti
- Rasa seperti ditusuk atau terbakar
- Jari sulit mengepal atau menggenggam
- Telapak terasa dingin atau pucat
- Nyeri menjalar ke lengan atau bahu
- Kelemahan saat mengangkat benda ringan
Gejala seperti ini mengarah pada kemungkinan saraf terjepit, carpal tunnel syndrome, gangguan servikal, atau masalah pembuluh darah.
Resiko Jika Dibiarkan Terus-Menerus
Mengabaikan mati rasa di tangan bisa berujung pada:
- Saraf terjepit kronis
- Penurunan kekuatan otot tangan
- Gangguan refleks genggam
- Carpal tunnel syndrome
- Peradangan sendi dan tendon
- Kelemahan anggota gerak atas
- Kesulitan melakukan pekerjaan harian
Jika sudah parah, beberapa kasus bahkan memerlukan fisioterapi intensif atau tindakan medis lainnya.
Cara Mencegah Kebas Saat Mengemudi
Berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:
1. Atur Posisi Duduk dan Pegangan
Sesuaikan tinggi setang atau setir, Jaga punggung tetap tegak dan Jangan bungkuk terlalu jauh ke depan
2. Istirahat Setiap 30–45 Menit
Lakukan peregangan ringan pada bahu, jari, dan pergelangan.
3. Gunakan Pelindung atau Sarung Tangan
Terutama saat berkendara jauh atau cuaca dingin.
4. Hindari Pegangan yang Terlalu Kencang
Pegang dengan stabil, bukan menekan berlebihan.
5. Minum Air dan Jaga Asupan Nutrisi
Kurangnya cairan dan vitamin B kompleks mempercepat kebas.
6. Lakukan Stretching Setelah Berkendara
Untuk melancarkan kembali aliran darah.
Mengenal Terapi Kretek Tangsel
Selain menjaga postur dan kebiasaan, banyak pengendara mengalami perbaikan setelah menjalani terapi kretek Tangsel. Terapi ini tidak hanya fokus pada tangan, tetapi juga memperbaiki struktur tulang belakang, bahu, dan leher yang menjadi sumber masalah saraf.
Manfaatnya terapi kretek:
- Mengurangi jepitan saraf servikal
- Melancarkan aliran darah ke tangan
- Mengendurkan otot bahu dan punggung atas
- Memperbaiki keseimbangan sendi
- Mengurangi kesemutan dan rasa kebas secara bertahap
Terapi ini dilakukan dengan teknik manual yang aman, bertahap, dan disesuaikan dengan kondisi tiap pasien. Banyak pekerja lapangan, pengemudi, dan pengguna kendaraan harian merasakan tangan lebih ringan dan tidak gampang kesemutan setelah beberapa kali sesi.
Kapan Harus Mulai Waspada?
Kebas atau mati rasa di tangan saat membawa motor atau menyetir bukan hal remeh. Penyebabnya bisa berasal dari tekanan saraf, postur yang tidak tepat, atau sirkulasi darah yang terganggu. Jika dibiarkan, keluhan ini bisa berkembang menjadi masalah serius seperti saraf terjepit, carpal tunnel syndrome, atau gangguan servikal.
Langkah pencegahan seperti peregangan, istirahat, dan pengaturan posisi sangat penting. Namun untuk perbaikan menyeluruh, terapi kretek Tangsel dapat menjadi solusi pendukung yang membantu mengurangi tekanan saraf, memperbaiki postur, dan melancarkan aliran darah.
Jangan tunggu sampai rasa kebas berubah jadi kelumpuhan ringan atau nyeri menetap. Kenali gejalanya sekarang, lakukan perawatan, dan jaga kesehatan tubuh agar tetap prima setiap kali berkendara.




Datang terasa berat pulang pulang badan enteng.
Sukses terus kretek Tangsel
Wajib kesini lagi








