Jakarta Utara dikenal dengan ritme hidupnya yang keras dan cepat. Dari para pekerja kantoran di kawasan Kelapa Gading, pengemudi ojek online di Tanjung Priok, hingga pedagang mikro di Pademangan — hampir semua punya satu kebiasaan yang tak disadari: terlalu lama duduk.
Ada yang duduk berjam-jam di depan komputer. Ada yang duduk di motor dari pagi hingga malam. Ada pula yang duduk pasrah di dalam bus penuh sesak, tak bisa bergerak karena terjepit penumpang lain.
Dan di balik kebiasaan sederhana ini, tersimpan masalah besar: nyeri punggung kronis.
Duduk Bukan Masalah — Terlalu Lama Duduk Itu Masalahnya
Tubuh manusia sebenarnya tidak diciptakan untuk diam lama. Punggung kita dilengkapi otot dan sendi yang harus aktif bergerak agar tetap sehat. Tetapi ketika seseorang duduk terlalu lama — apalagi dengan posisi membungkuk atau tanpa sandaran yang baik — maka perlahan-lahan:
Otot punggung bagian bawah (low back) menegang,
Bahu mulai naik ke atas akibat stres dan kelelahan,
Leher terasa berat karena terus menunduk melihat layar atau HP,
Dan sendi tulang belakang tidak mendapatkan sirkulasi yang cukup.
Kalau terus dibiarkan, beberapa keluhan yang sering muncul di Jakarta Utara antara lain:
| Keluhan | Penyebab | Contoh Kasus |
|---|---|---|
| Punggung bawah pegal | Duduk terlalu lama tanpa sandaran | Pekerja admin di Kelapa Gading |
| Leher kaku & sakit kepala | Menunduk melihat HP | Pengguna KRL relasi Tanjung Priok – Kota |
| Bahu terasa berat | Posisi membungkuk | Pedagang warung yang duduk seharian |
| Kesemutan di kaki | Aliran darah terhambat | Sopir angkot & truk kontainer |
| Bunyi “krek-krek” saat bangun | Sendi menegang | Semua usia di atas 25 tahun |
Masalahnya, orang sering menganggap ini hal biasa. Padahal, nyeri kecil hari ini bisa jadi saraf kejepit permanen di masa depan.
Transportasi Umum = Tempat “Membeku” Setiap Hari
Banyak pekerja di Jakarta Utara harus menempuh perjalanan pulang-pergi 2 sampai 4 jam setiap hari. Duduk di bus, KRL, angkot — seringkali tanpa ruang untuk bergerak.
Kalau duduk di kursi saja sudah buruk, bagaimana dengan mereka yang berdiri sambil condong ke depan karena berpegangan di tiang?
Posisi ini membuat tulang belakang bekerja ekstra menahan beban tubuh.
Badan miring saat berpegangan ➝ tulang panggul tertarik sebelah.
Kepala menunduk ke HP untuk mengisi waktu ➝ leher jadi beban 3 kali lipat.
Tas berat di satu bahu ➝ bahu naik sebelah tanpa disadari.
Tidak heran, banyak pekerja usia masih 25-35 tahun sudah mengeluh seperti orang tua: “Aduh punggung gue berasa mau patah”.
Kantor = Tempat Duduk yang Tak Pernah Usai
Sementara itu, pekerja kantoran punya masalah berbeda tapi sama bahayanya. Posisi tubuh mereka hampir tidak berubah dari pukul 09.00–17.00: Kursi — layar — ketik — meeting online — makan siang pun masih duduk — lanjut kerja — pulang pun duduk lagi di mobil atau ojol.
Apa akibatnya?
Tulang ekor tertekan terus-menerus ➝ muncul rasa cenat-cenut saat mau berdiri.
Sendi tulang belakang bagian tengah kaku ➝ nafas terasa pendek & cepat capek.
Bahunya selalu maju ke depan ➝ postur jadi bungkuk permanen.
Tanya saja rekanmu di kantor: “Pernah gak tiba-tiba punggung bunyi ‘krek’ waktu bangun dari kursi?” Itu tanda sendi sudah kaku lama dan butuh dilemaskan.
“Minum Obat atau Tempel Koyo” Bukan Solusi
Mayoritas orang cuma mencari jalan pintas:
Minum obat pereda nyeri,
Tempel koyo,
Pakai minyak gosok panas.
Hasilnya? Nyeri hilang sementara, tapi akar masalah tetap ada. Karena masalahnya bukan sekadar “pegal” — tapi pergeseran struktur otot dan sendi akibat terlalu lama diam.
Yang dibutuhkan bukan hanya panas atau obat — tapi penataan ulang otot & sendi secara manual. Dan inilah kenapa terapi tradisional seperti kretek tulang kembali diminati.
Kretek Metropolis — Solusi Tradisional untuk Masalah Modern
Di tengah maraknya keluhan punggung pekerja kota, Kretek Metropolis di Jakarta Utara menjadi tempat pelarian banyak orang yang sudah “mentok”.
Bukan pijat biasa. Ini terapi teknik manual khusus untuk:
✔ Melonggarkan sendi punggung yang mengunci
✔ Membebaskan otot yang menegang akibat duduk terlalu lama
✔ Mengembalikan postur tubuh ke posisi semestinya
Beberapa pelanggan mereka bercerita:
“Gue kerja di kantor daerah Sunter. Biasanya bangun dari kursi aja punggung bunyi ‘krek’ sendiri. Setelah dicrack sama tukang kretek di Metropolis… eh besokannya badan enteng banget, kayak bisa tegak lagi.”
“Gue ojol. Sering kesemutan sampai paha. Katanya saraf kejepit ringan. Udah ke mana-mana gak sembuh. Sekali dikretek di Metropolis, ada tiga titik bunyi… langsung plong.”
Yang menarik, proses terapi dilakukan dengan hati-hati. Tidak langsung ‘krek-krek’ brutal. Awalnya dipijat dulu untuk melemaskan otot, baru perlahan teknik tulang-ke-tulang dilakukan.
Dan ya… bunyinya memang bikin kaget. Tapi setelah itu, sensasinya seperti ruang gerak tubuh kembali longgar.
Tips Sederhana Agar Punggung Tidak “Rusak” Sebelum Waktunya
Berikut tiga kebiasaan kecil yang bisa langsung kamu terapkan hari ini:
- Aturan 30-30
Setiap 30 menit duduk, bangkit dan berdiri selama 30 detik. - Tarik bahu ke belakang 10 kali saat duduk
Ini mencegah bungkuk permanen. - Kalau naik kendaraan umum, jangan terus menunduk ke HP
Sesekali pandang lurus ke depan agar leher tidak mengunci.
Tapi jika punggungmu sudah sering berbunyi, kaku, atau mulai ada nyeri menjalar sampai kaki — itu tanda tubuhmu butuh bantuan profesional.












